Sabtu, 28 Mei 2011

PENGERTIAN DAN JENIS GAME

1. Pengertian game :
Game berasal dari kata bahasa inggris yang memiliki arti dasar Permainan. Permainan dalam hal ini merujuk pada pengertian “kelincahan intelektual” (intellectual playability).
Game juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya.
Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.
“Permainan terdiri atas sekumpulan peraturan yang membangun situasi bersaing dari dua sampai beberapa orang atau kelompok dengan memilih strategi yang dibangun untuk memaksimalkan kemenangan sendiri atau pun untuk meminimalkan kemenangan lawan. Peraturan-peraturan menentukan kemungkinan tindakan untuk setiap pemain, sejumlah keterangan diterima setiap pemain sebagai kemajuan bermain, dan sejumlah kemenangan atau kekalahan dalam berbagai situasi.”
2. Tipe2 game :
Berdasarkan jenis platform atau alat yang digunakan, game dibagi menjadi:
1.Arcade games, yaitu yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di daerah / tempat khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk jenis video games tertentu dan tidak jarang bahkan memiliki fitur yang dapat membuat pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus, sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).
2.PC Games , yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers..
3.Console games, yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.
4. Handheld games, yaitu yang dimainkan di console khusus video game yang dapat dibawa genre permainannya:
1. Aksi – Shooting, (tembak-tembakan , atau hajar-hajaran bisa juga tusuk-tusukan, tergantung cerita dan tokoh di dalamnya), video game jenis ini sangat memerlukan kecepatan refleks, koordinasi mata-tangan, juga timing, inti dari game jenis ini adalah tembak, tembak dan tembak. Termasuk didalam-nya :
a.First person shooting (FPS) seperti Counter Strike dan Call of Duty
b.Drive n’ shoot, menggunakan unsur simulasi kendaraan tetapi tetap dengan tujuan utama menembak dan menghancurkan lawan, contoh : Spy Hunter, Rock and Roll Racing, Road Rash.
c. Shoot em’ up, seperti Raiden, 1942, dan gradius.
d. Beat ‘em up (tonjok hajar) seperti Double Dragon dan Final Fight, lalu hack and slash (tusuk tebas) seperti Shinobi dan Legend of Kage.
e. Light gun shooting, yang menggunakan alat yang umumnya berbentuk seperti senjata, seperti Virtua Cop dan Time Crisis.
2. Fighting ( pertarungan ) Ada yang mengelompokan video game fighting di bagian Aksi, namun penulis berpendapat berbeda, jenis ini memang memerlukan kecepatan refleks dan koordinasi mata-tangan, tetapi inti dari game ini adalah penguasaan jurus (hafal caranya dan lancar mengeksekusinya), pengenalan karakter dan timing sangatlah penting, o iya, combo-pun menjadi esensial untuk mengalahkan lawan secepat mungkin. Dan berbeda seperti game Aksi pada umumnya yang umumnya hanya melawan Artificial Intellegence atau istilah umumnya melawan komputer saja, pemain jenis fighting game ini baru teruji kemampuan sesungguhnya dengan melawan pemain lainnya. Seri Street Fighter, Tekken, Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of Fighter adalah contohnya.

3. Aksi – Petualangan. Memasuki gua bawah tanah, melompati bebatuan di antara lahar, bergelayutan dari pohon satu ke pohon lain, bergulat dengan ular sambil mencari kunci untuk membuka pintu kuil legendaris, atau sekedar mencari telepon umum untuk mendapatkan misi berikutnya, itulah beberapa dari banyak hal yang karakter pemain harus lakukan dan lalui dalam video game jenis ini. Menurut penulis, game jenis ini sudah berkembang jauh hingga menjadi genre campuran action beat-em up juga, dan sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung untuk memiliki visual 3D dan sudut pandang orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft Auto dan Prince of Persia termasuk didalamnya.

4. Petualangan. Bedanya dengan jenis video game aksi-petualangan, refleks dan kelihaian pemain dalam bergerak, berlari, melompat hingga memecut atau menembak tidak diperlukan di sini. Video Game murni petualangan lebih menekankan pada jalan cerita dan kemampuan berpikir pemain dalam menganalisa tempat secara visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan percakapan karakter hingga penggunaan benda-benda tepat pada tempat yang tepat. Termasuk didalamnya:
a. Petualangan dengan teks atau sistem tunjuk dan klik, contoh: Kings Quest, Space Quest, Heroes Quest, Monkey Island, Sam and Max,
b. Novel atau film interaktif, seperti game “dating” yang banyak beredar di jepang, Dragons Lair dan Night Trap.
5. Simulasi, Konstruksi dan manajemen. Video Game jenis ini seringkali menggambarkan dunia di dalamnya sedekat mungkin dengan dunia nyata dan memperhatikan dengan detil berbagai faktor. Dari mencari jodoh dan pekerjaan, membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga keputusan memecat atau menambah karyawan. Dunia kehidupan rumah tangga sampai bisnis membangun konglomerasi, dari jualan limun pinggir jalan hingga membangun laboratorium cloning. Video Game jenis ini membuat pemain harus berpikir untuk mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan menggunakan dana yang terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.
6. Role Playing. Video game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, bermain peran, memiliki penekanan pada tokoh/peran perwakilan pemain di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh utamanya, dimana seiring kita memainkannya, karakter tersebut dapat berubah dan berkembang ke arah yang diinginkan pemain ( biasanya menjadi semakin hebat, semakin kuat, semakin berpengaruh, dll) dalam berbagai parameter yang biasanya ditentukan dengan naiknya level, baik dari status kepintaran, kecepatan dan kekuatan karakter, senjata yang semakin sakti, ataupun jumlah teman maupun mahluk peliharaan.Secara kebudayaan, pengembang game Jepang biasanya membuat Role Playing Game (RPG) ke arah cerita linear yang diarahkan seolah karakter kita adalah tokoh dalam cerita itu, seperti Final Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears. Sedangkan pengembang game RPG Eropa, cenderung membuat karakter kita bebas memilih jalan cerita sendiri secara non-linear, seperti Ultima, Never Winter Nights, baldurs gate, Elder Scroll, dan Fallout.
7. Strategi. Kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu refleks secepat kilat, video game jenis strategi, layaknya bermain catur, justru lebih memerlukan keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara hati-hati dan terencana. Video game strategi biasanya memberikan pemain atas kendali tidak hanya satu orang tapi minimal sekelompok orang dengan berbagai jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan, bahkan hingga pembangunan berbagai bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur, tergantung dari tema ceritanya. Pemain game strategi melihat dari sudut pandang lebih meluas dan lebih kedepan dengan waktu permainan yang biasanya lebih lama dan santai dibandingkan game action. Unsur-unsur permainannya biasanya berkisar sekitar, prioritas pembangunan, peletakan pasukan, mencari dan memanfaatkan sumberdaya (uang, besi, kayu,minyak,dll), hingga ke pembelian dan peng-upgrade-an pasukan atau teknologi. Game jenis ini terbagi atas:
a. Real time Strategy, game berjalan dalam waktu sebenarnya dan serentak antara semua pihak dan pemain harus memutuskan setiap langkah yang diambil saat itu juga berbarengan mungkin saat itu pihak lawan juga sedang mengeksekusi strateginya. Contoh: Starcraft, Warcraft , dan Command and Conquer.
b. Turn based Strategy , game yang berjalan secara bergiliran, saat kita mengambil keputusan dan menggerakan pasukan, saat itu pihak lawan menunggu, begitu pula sebaliknya, layaknya catur. contoh: Front Mission, Super robot wars, Final Fantasy tactics, Heroes of might and magic, Master of Orion.

Sebenarnya ada yang memilah lagi menjadi jenis tactical dan strategi, namun penulis cenderung untuk menggabungkannya karena perbedaannya hanya ada di masalah skala dan ke-kompleks-an dalam manajemen sumber daya-nya saja.
8. Puzzle. Video game jenis ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan teka-teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan perhitungan matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke tempat yang seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam video game petualangan maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper, Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.
9. Simulasi kendaraan. Video Game jenis ini memberikan pengalaman atau interaktifitas sedekat mungkin dengan kendaraan yang aslinya, muskipun terkadang kendaraan tersebut masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan pengalaman realistik menggunakan kendaraan tersebut. Terbagi atas beberapa jenis:

a. Perang. Video game simulasi kendaraan yang sempat tenar di tahun 90-an ini mengajak pemain untuk menaiki kendaraan dan berperang melawan kendaraan lainnya. Dan kebanyakan diantaranya memiliki judul sama dengan nama kendaraannya. Contoh : Apache 64, Comanche, Abrams, YF-23, F-16 fighting eagle. Tetapi game kehidupan bajak laut seperti ‘Pirates!’ pun dapat dikategorikan disini.
b.Balapan. Dari namanya sudah jelas, siapa sampai duluan di garis finish dialah pemenangnya! Terkadang malah pemain dapat memilih kendaraan, mendandani, upgrade mesin bahkan mengecatnya. Contoh: Top Gear, Test Drive, Sega Rally Championship, Daytona, Grand Turismo, Need For Speed, Mario Cart, ManXTT.

c.Luar Angkasa. Walau masih dapat dikategorikan simulasi kendaraan perang, tetapi segala unsur fiksi ilmiah dan banyaknya judul yang beredar membuat subgenre ini pantas dikategorikan diluar simulasi kendaraan perang. Jenis ini memungkinkan pemain untuk menjelajah luar angkasa, berperang dengan mahluk alien, mendarat di planet antah berantah atau sekedar ingin merasakan bagaimana menjadi kapten di film fiksi ilmiah kesayangan kamu. Contoh: Wing Commander, Freelancer , Star Wars X-Wing, Star Wars Tie Fighter, dll.
d.Mecha. Pendapat bahwa hampir tidak ada orang yang terekspos oleh film robot jepang saat kecilnya tidak memimpikan ingin mengendalikan robot, memang sulit dibantah. Dipopulerkan oleh serial Mechwarrior oleh Activision, subgenre Simulasi Mecha ini memungkinkan pemainnya untuk mengendalikan robot dan menggunakannya untuk menghancurkan gedung, helikopter dan tentu saja robot lainnya. Contoh: Mechwarrior, Gundam Last war Chronicles, dan Armored Core.
10. Olahraga. Singkat padat jelas, bermain sport di PC atau konsol anda. Biasanya permainannya diusahakan serealistik mungkin walau kadang ada yang menambah unsur fiksi seperti NBA JAM. Contohnya pun jelas, Seri Winning Eleven, seri NBA, seri FIFA, John Madden NFL, Lakers vs Celtics, Tony hawk pro skater, dll.

Kategori-kategori lainnya:

1. Multiplayer Online. Game yang lagi trend di Indonesia bahkan dunia,menjadi salah satu titik balik mengapa dunia game dan internet di Indonesia dapat berkembang. Dan karena dimainkan online dan dengan sistem pembayaran menggunakan voucher, pembajakan sudah tidak menjadi masalah lagi. Game yang dapat dimainkan secara bersamaan oleh lebih dari 2 orang (bahkan dapat mencapai puluhan ribu orang dalam satu waktu) membuat pemain dapat bermain bersama dalam satu dunia virtual dari sekedar chatting hingga membunuh naga bersama teman yang entah bermain di mana. Umumnya permainan tipe ini dimainkan di PC dan bertema RPG, walau ada juga yang bertema music atau action. Contoh: Ragnarok online, O2jam, World of Warcraft, Ayo Dance, Lineage, Rose online
2. Casual games. Sesuai namanya, game yang casual itu tidak kompleks, mainnya rileks dan sangat mudah untuk dipelajari ( bahkan cenderung langsung bisa dimainkan ). Jenis ini biasanya memerlukan spesifikasi komputer yang standar pada jamannya dan ukurannya tidak lebih dari 100 MB karena biasanya dapat di download versi demo-nya di website resminya. Genre permainannya biasanya puzzle atau action sederhana dan umumnya dapat dimainkan hanya menggunakan mouse ( biasanya game lain menggunakan banyak tombol tergantung game-nya ). Contoh: Diner Dash, Sally Salon, Bejeweled, Zuma, Feeding Frenzy, Insaniquarium.
3. Edugames. Video Game jenis ini dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat pendidikan, entah untuk belajr mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka, matematika, sampai belajar bahasa asing. Developer yang membuatnya, harus memperhitungkan berbagai hal agar game ini benar-benar dapat mendidik, menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan yang memainkannya. Target segmentasi pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual ataupun animasinya. Contoh edugames : Bobi Bola, Dora the explorer, Petualangan Billy dan Tracy.

4. Advergames. Sering mengunjungi website merk-merk kesayangan anda? Permen coklat M&M, Coca-cola, Nike, A-Mild, atau Rexona? Anda pasti menemukan game-game yang dapat dimainkan lalu dapat anda beritahukan / mengundang langsung ke teman-teman anda. jenis game yang biasanya mudah dimainkan ini mengusung dan menampilkan produk atau brand mereka baik secara gamblang maupun tersembunyi. Di era tumbuhnya media-media baru berteknologi tinggi sekarang ini, dunia periklanan memang sudah tidak lagi terbatas pada TV, koran, majalah, billboard dan radio, video game sekarang telah menjadi sarana beriklan atau membangun brand-awareness yang efektif. Baik melalui internet maupun di mainkan di event-event mereka, edugames terasa semakin dibutuhkan untuk menjaring calon konsumen bagi produk yang menggunakan advergames ini. Contoh produk di indonesia yang membuat advergames: A-Mild, Rexona teens, Axe

Senin, 31 Mei 2010

semantic web ontology

Dewasa ini, teknologi informasi sudah menjadi komponen penting bagi setiap orang di berbagai bidang kehidupan, khususnya di bidang industri. Setiap orang membutuhkan sebuah informasi yang mudah di akses, tidak merepotkan dan tentu saja informasi tersebut akurat dan terbaru. Saat ini, hampir di setiap bidang industri memanfaatkan teknologi informasi untuk mempermudah pekerjaan para pemilik industri tersebut, baik sebagai langkah untuk promosi, pemasaran ataupun memberikan kenyamanan kepada kosumen. Tulisan ini akan memberi penjelasan tentang pemanfaatan semantic web dalam membantu permasalahan yang ada.

Semantik web merupakan perkembagan generasi web atau yang biasa disebut sebagai evolusi dari WWW (World Wide Web), yang dicetuskan pada tahun 2002. Semantik web didefenisikan sebagai sekumpulan teknologi yang mempunyai tujuan agar informasi pada web bukan hanya bisa dimengerti oleh user tetapi juga bisa dimengerti oleh aplikasi pada level semantic sehingga memungkinkan adanya integrasi antara sistem dan aplikasi. Lebih singkatnya, semantic web merupakan web yang mempunyai tujuan agar komputer bisa mengerti apa yang diinginkan oleh manusia dengan semua aplikasi yang di tawarkan dan disediakan.

Sejarah Semantic Web

Semantic web dicetuskan pertama kali oleh Tim Berners-Lee, James Hendler, dan Ora Lassila, di majalah Scientific American pada tahun 2001. Sejak itu, Tim Berners-Lee yang juga merupakan direktur dari W3C membentuk tim kerja yang membidangi semantic web serta infrastrukturnya pada tahun 2001. Aktivitas dari tim ini bisa dilihat di http://www.w3.org/2001/sw/. Tim tersebut merumuskan berbagai infrastruktur untuk keperluan semantic web, antara lain adalah RDF (Resource Definition Framework), n3, Ontology, dan lainlain, serta membangun berbagai software yang diperlukan (IsaViz untuk mengedit RDF, cwm – close world machine, dan lainlain). Beberapa infrastruktur memang telah tersedia di W3C, seperti misalnya infrastruktur untuk display berbasis XML (XHTML, SVG, dan lainlain).

Pengertian Semantic Web


Semantic web merupakan visi untuk membuat web lebih dipahami oleh mesin
(”making web more understandable by machine”). Menurut Tim Berners-Lee (Berners-Lee, Tim, et.al, 1999):


"The Semantic Web is a Web that includes documents, or portions of documents,
describing explicit relationships, between things and containing semantic information
intended for automated processing by our machines."



Dari definisi tersebut, bisa dipahami bahwa semantic web berkaitan dengan
dokumen atau bagian dokumen yang mendeskripsikan hubungan secara eksplisit serta berisi informasi semantik (seperti “bekerja pada”, “anak dari”, dan lainlain) yang memang dimaksudkan untuk diproses oleh mesin. Perlu diketahui bahwa defisini disini lebih ditekankan pada “bisa dipahami oleh mesin” bukan pada “bisa dibaca oleh mesin” karena web saat ini pun sebenarnya bisa dibaca oleh mesin, tetapi nilai semantiknya yang tidak ada.

Semantic Web merupakan suatu visi dari Tim Berners-Lee untuk membuat web menjadi sumber daya data yang bermakna. Hal ini bisa diwujudkan dengan menggunakan infrastruktur yang didefinisikan oleh kelompok kerja di W3C. Seperti telah diketahui, web saat ini menggunakan HTML sebagai komponen utama. HTML membuat presentasi serta isi dari web menjadi satu. Hal ini merupakan kelemahan dari web yang ada saat ini karena hal tersebut menyebabkan data hanya bisa dipahami oleh manusia dan pada gilirannya akan menyulitkan presentasi, klasifikasi, pencarian, pembuatan katalog, serta human reasoning. “Dipahami” disini mengacu pada kemampuan mesin untuk mendeskripsikan keterkaitan antar data serta representasi graph dari data tersebut). Pendefinisian data tersebut dilakukan dengan pembuatan model data RDF. Model data RDF ini bisa digunakan oleh berbagai API (Application Programming Interface) seperti Jena dari HP, 4Suite dari Fourthought Inc., dan lain-lain. Dengan demikian, tugas pengembang peranti
lunak akan lebih mudah dalam pengelolaan data.

Contoh Kasus untuk Pemanfaatan Semantic Web


Contoh sederhana adalah tentang pencarian di web. Penggunaan mesin pencari seperti Google, Altavista, Yahoo, dan lainlain hanya mendasarkan pencariannya pada metadata yang terdapat pada header file HTML. Perhatikan contoh berikut:

Pencarian "Article about Bambang" akan menghasilkan kemugkinan kemungkinan lain seperti "Article by Bambang", "Article from Bambang" karena mesin mesin pencari tersebut hanya akan melakukan peng-indeks-an kata kunci "Article" dan "Bambang". Meskipun sekilas kelihatan sederhana, tetapi pada saat pencarian, pemakai bisa dipusingkan karena hasil dari pencarian tersebut bisa mencari ribuan halaman.

Pengembangan yang lebih berguna lagi ada pada pemanfaatan software agent
bersama dengan semantic web untuk keperluan crawling, generalisasi, kategorisasi, serta reasoning data. Sebagai contoh, seorang pengembang bisa mengembangkan suatu software agent yang mengumpulkan data tentang suatu resource, misalnya tentang “dokter umum yang berpraktik di yogyakarta”, menemukan atribut “jam praktik”, membuat perjanjian untuk pemeriksaan, serta memberitahu ke user tentang rencana periksa ke dokter tersebut.

Infrastruktur Semantic Web


Untuk mempunyai kemampuan yang revolusioner seperti kasus di atas, tentu
saja harus dikembangkan infrastruktur pendukung.W3C membangun berbagai infrastruktur untuk keperluan data yang bisa lebih dipahami mesin. Beberapa komponen yang telah dibangun di antaranya adalah RDF (Resource Description Framework) serta OWL (Ontology Web Language). Tentu saja komponen utama ini juga berdasarkan pada komponen lainnya yang telah dibangun oleh W3C yaitu XML (Extensible Markup Language) serta URI (Uniform Resource Identifier) maupun HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Membangun suatu semantic web pada dasarnya merupakan proses untuk mendefinisikan data agar bisa bermakna dan bisa dipahami oleh mesin.

Secara garis besar, infrastruktur pendukung tersebut dapat digambarkan pada gambar berikut (sumber: Jacco van Ossenbruggen, et.al: 2002):


Infrastruktur Semantic Web



Jika dilihat dari gambar tersebut, bisa diketahui bahwa infrastruktur teknologi semantic web pada dasarnya bisa kita bagi menjadi dua bagian besar yaitu document representation dan knowledge representation.

Document representation merupakan standarstandar yang dibuat oleh W3C
untuk keperluan representasi dokumen. Jika pada web tradisional hanya sebatas pada HTML dan CSS, maka W3C sebenarnya telah mengembangkan berbagai standar untuk keperluan representasi dokumen. Diantaranya adalah bahasa markup untuk keperluan musik, matematika, dan lainlain.

Knowledge representation merupakan standar yang dikembangkan untuk memberikan nilai semantik bagi dokumen-dokumen yang berada di web.Teknologi-teknologi tersebut merupakan teknologi yang berbasis pada XML (eXtensible Markup Language).

Semantic Web dan Representasi Pengetahuan



Masalah yang ada pada web saat ini adalah informasi yang berlebihan (iinformation overload). Para pengguna Internet mengetahui bahwa Internet adalah suatu kumpulan sumber daya pengetahuan yang luar biasa besar. Sayangnya, format tampilan HTML pada kebanyakan halaman web saat ini menyebabkan metadata yang diperlukan untuk mencari data serta informasi yang lebih tepat kurang memungkinkan. Beberapa mesin pencari seperti Google, Yahoo, Infoseek, Altavista, dan lainlain, kebanyakan mencari suatu halaman web berdasarkan definisi kata kunci dari halaman web yang bersangkutan. Definisi kata kunci yang ada pada HTML sama sekali tidak menunjukkan representasi pengetahuan sehingga seringkali terjadi banyak sekali suatu halaman web yang dihasilkan dari suatu mesin pencari tetapi apa yang sebenarnya dicari oleh pemakai tidak berada di tempat tersebut.

Semantic web memungkinkan adanya representasi pengetahuan serta
keterkaitan antar berbagai sumber daya yang ada. Dengan demikian suatu crawler bisa mencari data serta informasi dengan tingkat kesesuaian yang semakin bagus. Semantic web juga memungkinkan berkembangnya social network seperti yang telah dibuktikan pada berbagai proyek seperti FOAF (http://www.foafproject.org/) atau friend of a friend yang merupakan suatu XML/RDF untuk representasi identitas diri serta keterkaitan dengan kolega lain. Agar semantic web bisa berfungsi sepenuhnya, maka harus terdapat akses ke koleksi terstruktur dari informasi serta sekumpulan
aturan inferensi (inference rules) yang memungkinkan suatu mesin melaksanakan automated reasoning.

Komponen Teknologi Semantic Web



Teknologi semantic web merupakan teknologi yang masih dalam taraf
pengembangan. Untuk mendukung pengembangan ini, W3C menggunakan
infrastruktur yang telah ada (misalnya URI, XML, dan lainlain) serta membentuk berbagai kelompok kerja untuk pengembangan lebih lanjut. Berbagai komponen teknologi tersebut akan dibahas di bawah ini.

URI (Uniform Resource Identifier)

Secara sederhana, bisa dikatakan bahwa URI merupakan suatu “pengenal” / identifier di web. String seperti “http”, “ftp”, “news”, merupakan suatu contoh URI. Pembicaraan mengenai URI ini sangat penting pada teknologi semantic web karena setiap representasi pengetahuan tentang suatu resource harus mengidentifikasi lebih dahulu resource tersebut. Semua yang mempunyai URI bisa dikatakan “berada di web”. Sintaksis dari URI ini dikembangkan oleh IETF (Internet Engineering Task Force) yang mempublikasikan RFC 2396 untuk spesifikasi umum dari URI.

Istilah URI berbeda dengan istilah URL (Uniform Resource Locator). URL menunjukkan suatu lokasi dengan menggunakan protokol HTTP (Hypertext Transfer Protocol). Jadi, URL merupakan salah satu bentuk dari URI.

XML

XML (eXtensible Markup Language) merupakan suatu standar dari W3C untuk pertukaran data melalui Internet. XML merupakan bentuk khusus dari SGML (yang merupakan bahasa untuk mendefinisikan suatu bahasa penanda markup language) yang memungkinkan siapapun juga untuk mendefinisikan data yang menjadi isi dari dokumen melalui suatu definisi tag yang dibuat sendiri. XML ini merupakan suatu standar yang sifatnya terbuka. Tag yang ada pada XMLmemungkinkan pengembangan mendefinsikan suatu XML parser dari suatu peranti pengembangan sehingga dengan menggunakan file XML yang wellformed, isi dari suatu dokumen bisa dibaca dan dipahami oleh mesin. Berikut ini adalah contoh dari suatu file XML:




Teknologi Semantic Web Untuk Pengelolaan Dokumen Ilmiah
Bambang Purnomosidi D. P.
2005
STMIK AKAKOM



Beberapa bahasa pemrograman saat ini telah menyertakan fasilitas XML parser ke dalam pustaka standar. Beberapa diantaranya adalah Python, Java, Pike, dan lain-lain.

RDF dan Triple

Triple merupakan suatu unsur pembentuk kalimat, karena suatu kalimat terdiri atas 3 bagian yaitu subyek, predikat, dan obyek. Contoh kalimat yang berpola triple adalah Bambang Purnomosidi D. P meneliti semantic web. Jika dipecah menjadi tiga unsur tersebut, maka kalimat tersebut bisa dibagi menjadi tiga unsur, yaitu:


  1. Subyek: “Bambang Purnomosidi D. P.”

  2. Predikat: “meneliti”

  3. Obyek: “semantic web”



RDF (Resource Description Framework) merupakan suatu framework untuk mendeskripsikan dan saling mempertukarkan data. Inisiatif tentang RDF ini dimulai oleh Ramanathan V. Guha pada saat bekerja di Apple Computer. Spesifikasi untuk RDF ini mendapat status Recommendation dari W3C pada tahun 2004. Elemen dasar dari RDF adalah triple. Dalam penggambaran, triple tersebut bisa dideskripsikan menggunakan graph. Contoh untuk kalimat di atas adalah sebagai berikut:

RDF merupakan standar yang ditetapkan oleh W3C untuk keperluan
representasi triple tersebut sehingga dengan menggunakan RDF, bisa diperoleh suatu isi (contents) yang dipahami mesin, tidak sekedar bisa dibaca oleh mesin. RDF tersebut bisa diserialisasikan dalam format XML maupun n3 (notation 3). RDF merupakan bagian yang vital dari RDF karena kemampuannya untuk merepresentasikan triple ini. Berikut ini adalah contoh representasi dalam bentuk RDF/XML:


http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
http://en.wikipedia.org/wiki/Tony_Benn">
Tony Benn
Wikipediac:publisher>




Perlu diketahui bahwa mesin (komputer dan peranti pendukungnya) tidak akan bisa memahami apa yang tertulis disitu, meskipun demikian, bisa dirancang suatu peranti yang bisa digunakan untuk memahami dan merepresentasikan isi yang ada pada RDF/XML tersebut karena isi dari RDF/XML merupakan isi yang terstruktur dan mengandung nilai semantik. W3C menyediakan software yang bisa digunakan untuk keperluan penggambaran graf tersebut. Software tersebut merupakan software bebas. Software tersebut adalah IsaViz dan dikembangkan dengan menggunakan bahasa Java dan memerlukan library GraphViz.

Ontologi



Suatu ontologi merupakan spesifikasi dari suatu konsepsualisasi (Gruber, Tom: 2005). Ontologi merupakan suatu deskripsi dari konsep serta relasi yang mungkin terdapat untuk suatu hal. Dalam kaitannya dengan web, ontologi ini digunakan untuk mendeskripsikan suatu resource di web. Ontologi ini penting, karena dengan menggunakan skema serta ontologi dari suatu resource, bisa digunakan peranti pengembang untuk mengembangkan peranti lunak yang memungkinkan menampilkan arti serta keterkaitan suatu resource dengan resource lainnya. RDF telah memungkinkan mendeskripsikan keterkaitan tersebut, sehingga tinggal mendeskripsikan arti dan kemungkinan keterkaitan dengan resource lain.

Meskipun sudah terdapat RDF yang memungkinkan suatu triple untuk bisa disimpan dalam format digital, tetapi masih terdapat pertanyaan tentang arti dari triple tersebut. Untuk memahami arti dari isi suatu RDF, diperlukan suatu ontologi serta skema. Saat ini, W3C telah membentuk suatu kelompok kerja untuk mengembangkan ontologi untuk web yang disebut sebagai OWL (Ontology Web Language).

OWL dimaksudkan untuk memproses isi suatu dokumen, tidak hanya sekedar mempresentasikan isi tersebut untuk manusia. OWL bisa digunakan untuk
merepresentasikan secara eksplisit arti dari suatu istilah dalam vocabulary, serta relasi antar istilahistilah tersebut. Representasi serta saling keterkaitan itulah yang disebut sebagai ontologi. OWL merupakan revisi dari DAML+OIL. OWL mempunyai 3 sub bahasa, yaitu OWL Lite, OWL DL (Description Logics), serta OWL Full.

  1. OWL Lite mendukung para pemakai yang terutama memerlukan hirarki klasifikasi, dan kendalakendala sederhana.

  2. OWL DL mendukung para pemakai yang menginginkan ekspresi maksimum dan tetap mempertahankan kelengkapan komputasional (semua kesimpulan dijamin bisa dihitung) dan mampu diputuskan (semua komputasi akan selesai dalam waktu tertentu).

  3. OWL Full dimaksudkan untuk pemakai yang menginginkan ekspresi maksimum dan kebebasan sintaktik RDF tanpa jaminan komputasional. Sebagai contoh, dalam OWL Full, suatu kelas bisa diperlakukan secarasimultan sebagai kumpulan individual dan sebagai individual dengan hak masingmasing.



Semantic Web dan Intelligent Agent Software



Teknologi semantic web ini di masa yang akan datang akan semakin berkembang dan kemungkinan akan bekerja sama dengan software agent untuk membentuk web yang semakin bisa dipahami oleh mesin dan memungkinkan intelligent agent software untuk berfungsi sebagai agen dalam membantu manusia.

Software agent merupakan suatu aplikasi (entitas) yang berfungsi untuk menjalankan suatu pekerjaan tertentu. Intelligent agent software merupakan aplikasi yang mempunyai sifat “cerdas” (intelligent), dalam arti mampu memahami kondisi-kondisi yang terjadi di lingkungan, memutuskan apa yang harus dikerjakan, tanpa bantuan manusia untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan untuk software agent tersebut. Intelligent software agent ini juga masih menjadi bahan penelitian dan telah terbentuk berbagai peranti pengembangan untuk memudahkan pembuatan software ini. Contoh dari peranti pengembangan tersebut antara lain adalah:

  1. Agent Development Kit

  2. April Agent Platform

  3. Comtec Agent Platform

  4. FIPA OS

  5. JACK Intelligent Agent

Minggu, 28 Februari 2010

Hubungan TI dengan Ilmu yang lain

Setiap ilmu di dunia ini pasti saling berhubungan, begitu pula dengan ilmu TI (teknologi informasi). Pesatnya perkembangan teknologi sekarang ini tidak lain karena banyaknya aplikasi TI yang digunakan. Inilah hubungan TI dengan beberapa ilmu di dunia ini:
1. Hubungan TI dengan ilmu Bahasa
Dengan adanya internet, kita bisa mempelajari bahasa baik bahasa internasional yaitu bahasa Inggris maupun bahasa yang berasal dari berbagai belahan dunia, bahkan kita bisa menguji kemampuan kita dengan mencoba berinteraksi dengan orang yang sudah ahli atau orang yang memang berasal dari Negara yang bahasanya kita pelajari.
Hubungan dari ilmu bahasa ke TI adalah dengan adanya bahasa Inggris yang merupakan bahasa internasional mempermudah orang-orang dari berbagai belahan dunia untuk belajar mengenai TI, seperti belajar bahasa pemrograman atau belajar tentang komputer karena rata-rata menggunakan bahasa inggris untuk tutorialnya.
2. Hubungan TI dengan ilmu pasti (fisika, kimia, matematika)
TI telah mempermudah kita untuk melakukan suatu penelitian karena adanya database yang bisa menyimpan banyak data dan bisa menampilkannya dalam bentuk grafik atau table, kita juga bisa dengan mudah mencari data yang kita perlukan. Selain itu TI juga bisa digunakan untuk perhitungan karena ke akuratannya.
Matematika adalah ilmu dasar untuk melakukan perhitungan, dari ilmu matematika tersebuat dapa dilakukan perhitungan yang dapat digunakan dalam game seperti perhitungan sudut-sudut, fisika juga banyak digunakan dalam TI, bagi yang biasa ber-“Hotspot ria” pasti sudah tidak asing dengan wifi yaitu perangkat yang bisa mengasilkan gelombang radio sehingga bisa berkomunikasi dengan perangkat lain yang juga terpasang wifi.
3. Hubungan TI dengan ilmu Ekonomi
Banyaknya software yang berhubungan dengan ekonomi seperti software akuntansi dapat membantu para akuntan untuk mencatat data keuangan perusahaan dan bahkan bisa membantu para atasan untuk membuat keputusan.
Dunia TI pun saat ini berkaitan erat dengan ilmu ekonomi, semakin canggih suatu teknologi maka akan semakin mahal pula harga yang digunakan untuk menebusnya.
Banyak sekali aplikasi TI yang digunakan dalam berbagai ilmu di dunia ini dan begitu juga sebaliknya penggunaan bebagai ilmu dalam ilmu TI dapat membantu perkembangan teknologi seperti yang telah kita rasakan.

Rabu, 03 Februari 2010

Jakarta - Beredar rumor AMD Phenom II X6 yang bernama 'Thuban' akan segera meluncur ke pasaran di Q2 2010. Bagaimana performa dan varian penerus 'Dragon' tersebut?

Seperti dikutip detikINET dari Techtree, Senin (1/2/2010) Thuban masih dibangun berbasis arsitektur k10, layaknya Phenom II. CPU ini akan berlari pada 128KB pada L1 cache, 512KB pada L2 cache, dan 6MB pada L3 yang di-share pada tiga buah core-nya.

Selain itu Phenom II X6 ini akan memiliki dual channel memori DDR3, dengan fitur HyperTranspot 3.x, berkecepatan 2400Mhz (4800 MT/s). Sebagai pembanding, seri Phenom sebelumnya hanya memiliki kecepatan 1800Mhz (3600 MT/s) pada seri prosesor dual, triple dan quad core.

Berikut ini adalah bocoran varian Thuban, sang AMD Phenom II X6:

* Phenom II X6 xxx - 140 W - AM3
* Phenom II X6 1075T - 125 W - AM3
* Phenom II X6 1055T - 125/95 W - AM3
* Phenom II X6 1035T - 95 W - AM3

bagaimana ya jika di adu dengan core I9 dari Intel yang akan keluar lebih dahulu di maret 2010

dikutip dari detikinet
Jakarta - Roy Suryo akan adu kebolehan dengan Ruby Alamsyah di hadapan para praktisi, akademisi, dan mahasiswa jurusan teknologi informasi di salah satu kampus Depok.

Anggota Komisi I DPR-RI periode 2009-2014 itu akan disandingkan dengan Ruby, pakar digital forensik yang tengah naik daun, dalam seminar round table bertajuk "Continous Security in Preventing Security".

"Acaranya sendiri berlangsung besok siang, Kamis 4 Februari 2010, di Kampus D Gunadarma, Margonda Depok," tukas I Made Wiryana, salah satu panitia acara itu kepada detikINET, Rabu (3/2/2010).

Selain Roy dan Ruby, hadir pula Gildas Geodrat, Edmon Makarim, Avinanta Tarigan, dan M. Salahuddien selaku Wakil Ketua ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Responses Team on Internet Infrastructure).

Namun di antara mereka, tentu yang paling menarik adalah pertemuan antara Roy Suryo dan Ruby Alamsyah usai ribut-ribut tentang peragaan pembobolan mesin ATM dengan memakai kartu bodong yang disiarkan secara gamblang di televisi.

Akankah keduanya benar-benar hadir di sana? Jika ya, siapa kira-kira yang lebih jago?

wah seru niiih

dikutip dari detikinet

Manfaat Sehat Main Video Game

Video game seringkali disalahkan sebagai penyebab semua hal yang berbau negatif, mulai dari kekerasan hingga obesitas. Namun studi terbaru justru menunjukkan manfaat sehat dari bermain video game yang mungkin bisa jadi alternatif untuk mengisi waktu liburan. Bermain video game bisa meningkatkan ketajaman dan kecepatan berpikir.

Rolf Nelson, seorang profesor psikologi dari Wheaton College, Norton, Massachusetts menyebutkan bahwa video game bisa mempertajam kemampuan berpikir dan kecepatan berpikir dan meningkatkan sisi kognitif (kepandaian) otak, terutama untuk game yang bersifat action dan puzzle.

Studi yang dimuat dalam Journal Perception itu melibatkan 20 orang siswa dan dilakukan dengan cara memberikan permainan video game selama sejam atau lebih. Sebelum dan sesudah bermain video game, para partisipan diminta untuk melakukan tes kecerdasan untuk mengetahui efek bermain video game terhadap fungsi otak. Dan hasilnya memang terjadi peningkatan fungsi otak pada bagian-bagian tertentu.

"Bermain game yang membutuhkan tingkat perhatian dan fokus visual yang cepat dan gerakan motorik yang tepat bisa meningkatkan kecepatan dan akrasi dalam berpikir," jelas Nelson seperti dilansir Healthday, Senin (28/12/2009).

Serupa dengan penelitian yang dilakukan Nelson, sebuah studi yang dilakukan oleh Daphne Bavelier dari University of Rochester, New York juga menyebutkan bahwa para pemain video game punya kemampuan koordinasi yang baik, mulai dari mata hingga tangan. Mereka juga diketahui punya kemampuan memproses sesuatu hal yang bersifat visual dengan cepat, mental yang lebih kuat dan kemampuan mengingat yang lebih baik.

Namun perlu studi lebih lanjut sebelum menjadikan video game sebagai bagian dari kegiatan terapi otak terutama bagi anak-anak.

Meski punya manfaat dalam mengembangkan beberapa keahlian, namun bermain video game bisa menggantikan kegiatan fisik dan mempengaruhi perkembangan mental khususnya anak-anak. Untuk itu orang tua harus berperan aktif dalam memberikan jadwal bermain video game bagi anak agar tidak berlebihan.

"Jadi mulai sekarang tak perlu melarang anak bermain video game. Sebaik-baiknya strategi adalah dengan menyeimbangkan antara kegiatan fisik, latihan otak dan interaksi sosial. Seseorang yang bisa menyeimbangkan itu semua akan berkembang menjadi seseorang yang hebat," ujar Nelson.

dikutip dari detikinet

Sebar Fitnah, Blogger Didenda Rp 400 Juta

'Tulisanmu harimaumu', itulah mungkin ungkapan yang cocok bagi dua blogger ini. Tulisan yang mereka buat sampai harus tersangkut kasus hukum dan diwajibkan membayar denda hingga Rp 400 juta.

Kasus ini bermula ketika kedua blogger asal China tersebut membuat tulisan tentang seorang sutradara film Negeri Tirai Bambu yang bernama Xie Jin meninggal dalam pelukan pelacur.

Sontak, berita itu mengagetkan pihak keluarga yang ditinggalkan. Mereka pun menyeret kedua blogger tersebut ke pengadilan dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Pihak pengadilan Shanghai sendiri telah mengetok palu atas kasus ini. Hasilnya, kedua blogger yang kebablasan itu diwajibkan membayar kompensasi kepada janda Xie - Wu Dawen -- dan membuat surat permintaan maaf dan harus ditayangkan di internet.

Namun bukannya menyadari kesalahannya, Song Zude -- salah satu blogger tersebut -- malah bersikeras tulisan yang ia tampilkan mengenai kelakuan cabul Xie Jin adalah berita benar.

"Putusan ini tidak adil, Saya tidak akan meminta maaf. Saya juga tidak akan membayar kompensasi tersebut dan akan mengajukan banding," tegasnya, dikutip detikINET dari AFP, Senin (28/12/2009).

Song sendiri bersikeras bahwa ia memiliki bukti bahwa semasa hidup, Xie Jin seorang penikmat wanita tunasusila. Hanya saja, keyakinan Song tersebut tak dianggap oleh pengadilan lantaran tak memiliki bukti kuat.

dikutip dari detikinet